Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

DOA RASULULLAH S.A.W.


Al-Imam Ahmad meriwayatkan: Semasa peperangan Uhud, tatkala orang2 Musyrikin telah pergi, Rasulullah saw bersabda: "Berbarislah, kerana aku hendak memanjatkan pujian kepada Tuhanku Yang Maha Agung". Kemudian para sahabat pun membuat barisan di belakangnya, lantas Rasulullah saw berdoa:

"Ya Allah segala pujian milikMu. Ya Allah tidak ada yang dapat menggenggam apa yang Engkau hamparkan dan tidak ada yang dapat menghamparkan apa yang Engkau genggamkan. Tidak ada yg dapat memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan dan tidak ada yang dapat menyesatka orang yg Engkau berikan hidayah. Tidak ada yg dapat memberi barang yang Engkau halang dan tidak ada yg dapat menahan barang yg Engkau beri. Tidak ada yg dapat mendekatkan apa yg Engkau jauhkan dan tidak ada yg dapat menjauhkan apa yg Engkau dekatkan. Ya Allah, hamparkanlah kepda kami keberkatan-keberkatan Mu, kasih sayang, anugerah dan rezekiMu. Ya Allah, sesungguhnya aku bermohon kepadaMu nikmat yg kekal abadi, yg tidak berubah dan hilang. Ya Allah, sesungguhnya aku bermohon kepadaMu pertolongan pada hari kesusahan dan keamanan pada hari ketakutan. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan Mu dari keburukan yang Engkau takdirkan kepada kami serta keburukan yg Engkau tahan daripada kami. Ya Allah, timbulkanlah rasa cinta kami kepada iman serta hiasilah ia dalam hati kami, dan timbulkanlah rasa benci kami kepada kekufuran, kefasikan dan penderhakaan serta jadikanlah kami dari kalangan yg mendapat bimbingan. Ya Allah, matikanlah kami sebagai orang Islam dan hidupkanlah kami sebagai orang Islam serta temukanlah kami dengan orang2 yg soleh tanpa merasa hina dan terfitnah. Ya Allah, perangilah orang2 kafir yang mendustai rasul-rasulMu serta menghalang manusia dari jalanMu. Jadikanlah hukuman dan seksaanMu terhadap mereka. Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang mereka pernah diberikan al-kitab. Engkaulah Tuhan yang sebenar."

(riwayat Bukhari)

dipetik dari Sirah Nabawiyyah
(Safiyyu al Rahman al Mubarakfuri)


...segala yg baik dari Allah & yg tidak baik dari diri yg lemah ini...

diri ini...

hanyalah seorang pengembara di bumi Allah...
tiada apa yang menjadi milikku melainkan segalanya pinjaman dariMu...
dariMu aku datang, kepadaMu jua aku akan kembali...
sesungguhnya aku inginkan keredhaan dariMu dalam setiap apa yang aku lakukan & setiap apa yang bakal aku tempuhi, hanya padaMu aku berserah...
moga akan diberikan ketabahan & kekuatan iman serta sentiasa di dalam pimpinanMu dalam menempuh liku-liku kehidupan di dunia yang fana & yang penuh onak ini sebelum menuju ke alam yang abadi...ameen

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
All praises and thanks are Allah's, the Lord(Rabb) of the 'Alamin (mankind, jinn and all that exists).
The Most Graciuos, the Most Merciful.
The Only Owner (and the Only Ruling Judge) of the Day of Recompense (i.e the Day of Resurrection).
You (Alone) we worship, and You (Alone) we ask for help (for each and everything).
Guide us to the Straight Way.
The way of those on whom You have bestowed Your Grace, not (the way) of those who earned Your Anger, nor of those who went astray.

al-Fatihah 1-7


Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda yg bermaksud,
"Barangsiapa memperbanyakkan istighfar,
Allah jadikan baginya kesukaan
dari tiap-tiap kesusahan
dan Allah jadikan baginya jalan keluar
dari tiap-tiap kesempitan
dan Dia rezekikan kepadanya
dari jurusan yang dia tidak sangka-sangka."

- Abu Daud -


Doa Rasulullah

Please reinstall this Archive script from Design

Rasulullah saw bersabda yg bermaksud,

"Tidak seorangpun muslim yang berdoa dgn sesuatu doa yang tidak berunsur dosa mahupun memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya satu dari tiga perkara; samada doanya diperkenankan terus, atau disimpan untuknya pada hari akhirat, atau dijauhkan darinya keburukan yang setanding dengannya. Telah berkata para sahabat: Jikalau begitu, kami akan memperbanyakkan doa. Baginda menjawab: Allah lebih banyak pemberiannya."

-Riwayat Ahmad-

Ya Allah, dengan pengetahuan Engkau terhadap perkara yang ghaib dan kekuasaan Engkau ke atas makhluk, hidupkanlah aku sekiranya Engkau mengetahui hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku sekiranya Engkau mengetahui mati itu lebih baik bagiku.
Ya Allah, aku memohon daripadaMu sifat takutkan Engkau sama ada dalam keadaan sembunyi atau nyata.
Aku memohon kata-kata yang benar ketika redha dan semasa marah, aku memohon kepadaMu kesederhanaan semasa susah atau senang, aku memohon kepadaMu nikmat yang tidak berkurangan, aku memohon kepadaMu zuriat yang sejuk dipandang mata dan tidak akan putus, aku memohon kepadaMu keredhaan selepas ditakdirkan (terjadi sesuatu), aku memohon kepadaMu kehidupan yang baik selepas mati, aku memohon kepadaMu kelazatan melihat wajahMu, kerinduan untuk bertemu denganMu tanpa kesusahan yang memudharatkan dan fitnah yang menyesatkan.
Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman dan jadikanlah kami petunjuk kepada orang yang mendapat petunjuk....ameen

-Sahih an Nasai-


Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibubapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau redhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri

(al-Ahqaaf 46:15)

KEUTAMAAN BERDZIKIR

Allah Taala Berfirman:
"Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)". (Al-Baqarah, 2:152).
"Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)". (Al-Ahzaab, 33:42).
"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung". (Al-Ahzaab, 33:35). "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai". (Al-Araaf, 7:205).
Rasul Shallallahualaihi wasallam bersabda:
((مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ)).
Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati. [1]
 ((أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ))؟ قَالُوْا بَلَى. قَالَ: ((ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى)).
"Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?" Para sahabat yang hadir berkata: "Mau (wahai Rasulullah)!" Beliau bersabda: "Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi".  [2]

Rasul Shallallahualaihi wasallam bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: ((أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ، فَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً)).
Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku.  Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat". [3]

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ اْلإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِيْ بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: ((لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ)).
Dari Abdullah bin Busr Radhiallahuanhu, dia berkata: Bahwa ada seorang lelaki berkata: "Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya syariat Islam telah banyak bagiku, oleh karena itu, beritahulah aku sesuatu buat pegangan". Beliau bersabda: "Tidak hentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya)." [4]

Rasul Shallallahualaihi wasallam bersabda:
((مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ؛ وَلَـكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ)).
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." [5]

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ: ((أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِيْ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ )) فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: ((أَفَلاَ يَغْدُوْ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ، أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ)).

Dari Uqbah bin Amir Radhiallahuanhu, dia berkata: "Rasulullah Shallallahualaihi wasallam keluar, sedang kami di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: "Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak?" Kami (yang hadir) berkata: "Ya kami senang, wahai Rasulullah!" Lalu beliau bersabda: "Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu memahami atau membaca dua ayat Al-Quran, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta.  Dan (bila memahami atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta." [6]

Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda:

((مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ)).
"Barangsiapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, pastilah dia mendapatkan hukuman dari Allah dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berdzikir kepada Allah, pastilah mendapatkan hukuman dari Allah." [7]

((مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيْهِ، وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ)).
"Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabinya, pastilah ia menjadi kekurangan dan penyesalan mereka, maka jika Allah menghendaki bisa menyiksa mereka dan jika menghendaki mengampuni mereka." [8]

((مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً)).
"Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat)." [9]
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 11/208. Imam Muslim meriwayatkan dengan lafazh sebagai berikut:
"Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk dzikir, laksana orang hidup dengan yang mati". (Shahih Muslim 1/539).
[2] HR. At-Tirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245. Lihat pula Shahih Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/316.
[3] HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari.
[4] HR. At-Tirmidzi 5/458, Ibnu Majah 2/1246, lihat pula dalam Shahih At-Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.
[5] HR. At-Tirmidzi 5/175. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/9 dan Shahih Jaamiush Shaghiir 5/340.
[6] HR. Muslim 1/553.
[7] HR. Abu Dawud 4/264; Shahihul Jaami 5/342.
[8] Shahih At-Tirmidzi 3/140.
[9] HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahihul Jami 5/176. (by SuaraMedia)

DO'A IBU UNTUK ANAK

Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami
kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami
Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami

Tuhan kami, kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir mereka untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami tuntun mereka untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Nabi-Mu

Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongan dan kesepian

Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan
membiarkan anak-anak kami meronta dalam kebisuan

Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja
sambil memandang kami dengan pandangan cinta
seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka
dalam kehangatan dada-dada kami

Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami
menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu

Dosa-dosa kami telah membuat hati mereka
keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih

Sebelum Engkau ampuni mereka, Ya Allah
ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami

Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka
dengan dekapan kasih sayang kami
berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka
ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu

Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu seusai salat kami
untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anak-anak kami

Bangunkan kami di tengah malam untuk merintih kepada-Mu
mengadukan derita dan petaka yang menimpa anak-anak negeri ini.
Izinkan kami membasahi tempat sujud kami
dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami ( Suaramedia.com )